Wednesday, 27 May 2015

Cinta nya Paling Murni

Ku akui, tidak kan kutemukan lagi cinta setulus cintanya. Dia yang terbaik namun tersakiti. Mujur saja, jatidirinya kuat, maka dia bangkit menjadi pahlawan - sang kesatria yang boleh mendabik dada : "lihat aku sekarang! "

Ya aku melihat mu dengan pandangan bangga. Sementara diriku, tidak selengkap hidup mu Hari ini. Tidak banyak cerita tentang aku yang inginku ceritakan.

Apa saja kejayaan ku setakat ini? Mungkin hanya satu. Dalam keadaan apapun tidak pernah ku izinkan hati ku merana. Aku belajar mencintai diriku sendiri. Mengajar diri hidup mandiri. Membiasakan hati untuk tidak punya keinginan dicintai. 

Jika dibandingkan dengan mereka yang 'punya' segalanya - mungkin saja tawaku lebih nyaring. Kenapa? Mungkin kerana aku tidak takut kehilangkan. 

Apa lagi boleh hilang dari hidupku?

Cinta? Bagaimana hilang jika ia sentiasa ada?





No comments:

Post a Comment